Kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan orang-orang zaman sekarang, terutama kaum miskin dan siapa saja yang menderita, merupakan kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan para murid Kristus juga. Gaudium Et Spes art. 1
Pertama kali kami mendengar, "Apa itu proyek kebaikan?" jelas kami bingung, kami harus melakukan apa, kepada siapa, dan berbagai pertanyaan lain.
Namun akhirnya kami memahami, proyek kebaikan yang dibuat selama ini bertujuan untuk menumbuhkan sikap kemanusiaan dan kepedulian kita akan satu dengan yang lain.
Tidak hanya di lingkungan kampus, namun dalam keluarga saya juga mengajarkan seperti itu.
Singkatnya adalah,
apabila kamu menuai, pada nantinya kamu akan menabur
Tanggal 4 September 2015 pagi, kami melaksanakan proyek kebaikan dengan berbagi sarapan kepada orang-orang yang kami rasa kekurangan. Kami membawa 15 bungkus nasi beserta lauk, lalu kami bagikan kepada anak jalanan, tukang becak dan lain-lain. Di mulai dari daerah sekitar tugu
muda, kami membagikan nasi bungkus kepada tukang becak, penjual makanan dan
anak jalanan.
Kami juga sempat berdialog kepada
seorang penjual makanan dari Gunung Pati yang berjualan camilan 2 hari sekali,
tentang tempat tinggal, penghasilan dan keluarganya. Setelah itu, kami menemui
2 anak jalanan yang menjual koran namanya Lusi dan Slamet. Mereka mengaku bahwa
sekolah mereka pulang lebih awal, lalu melanjutkan aktivitas berjualan koran.
Lalu kami berlanjut ke daerah
simpang lima. Ternyata diluar dugaan kami. Sampai di simpang lima, kami mencoba
mambagikan kepada tukang becak dan tukang parkir, tapi ternyata mereka sudah mendapatkan
jatah sarapan sendiri dan tidak mau menerima nasi bungkus dari kami dengan
alasan daripada nanti mubazir. Akhirnya kami mencoba ke daerah poncol dan
ternyata hasilnya sama saja.
Kami berembug lagi dengan keputusan
akhir, untuk pulang dengan membagikan nasi bungkus yang kami siapkan kepada
orang-orang di pinggir jalan yang kami temui saat pulang. Kami melewati daerah Pemuda
dan melihat banyak tukang becak di sana. Kami berhenti sebentar, lalu
membagikan nasi bungkus itu kepada tukang becak tersebut. Mereka menerima
dengan senang hati pemberian kami, bahkan ada dari mereka yang hingga pukul
10.00 belum sarapan.
Kami
bisa pulang dengan rasa plong dan tentunya sangat senang, bisa berbuat kebaikan
kecil kepada orang-orang yang membutuhkan.