Senin, 26 Oktober 2015

Hubungan Agama dan Kemanusiaan

Dalam semarakmu itu majulah demi kebenaran, perikemanusiaan dan keadilan! Biarlah tangan kananmu mengajarkan engkau perbuatan-perbuatan yang dahsyat! (Maz 45:4)
Agama bukan sebuah kreasi manusia, namun sistem kepercayaan menjadi kemudian beragam. Agama memberikan ruang pembelajaran bagi manusia di dalam menggali dasar-dasar nilai mendalam tentang kebijaksanaan, nilai-nilai luhur, dan universalisme.

Agama dikemas pada bingkai-bingkai kemanusiaan. Menghargai satu sama lain dan bukan saling memaksakan kehendak dan pendapat. Sehingga harmonisasi tidak hanya sebuah wacana publik namun pertanda terhadulu mengenai toleransi dalam keberagaman.

Tidak selayaknya kita, penganut agama apapun, terkotak-kotak pada pandangan saling sinis berdasarkan subjektivitas belaka, dan pemahaman sempit tentang agama dan golongan. Karena hal tersebut akan membatasi tindakan dan perilaku di dalam berlaku sebagai manusia seutuhnya, yang hidup sebagai mahkluk sosial, berkenalan bergaul dan berinteraksi dengan sesama. Agama bukan pijakan untuk saling memisahkan manusia berdasrkan golongan. Agama adalah sarana spiritualitas. adalah satu pandangan yang menggarisbawahi bahwa kebenaran relatif dari manusia adalah hasil daripada perbedaan-perbedaan yang kemudian menjadi dinamika.

Maka dari itu, untuk merealisasikan “kehendak Tuhan”, manusia harus hidup seimbang dengan segala aktivitasnya, agar tidak terjadi ketimpangan dan semakin merendahkan diri, manusiawi, adil dan beradab.

Refleksi

Imagine there's no heaven
It's easy if you try
No hell below us
Above us only sky
Imagine all the people
Living for today...


Imagine there's no countries
It isn't hard to do
Nothing to kill or die for
And no religion, too
Imagine all the people
Living life in peace

Adalah lirik dari lagu John Lennon, dalam lirik itu menggambarkan bahwa hidup damai tidak perlu surga dan agama. Tujuan manusia beragama adalah untuk bahagia dan berkehidupan damai. Dan agama adalah perantara kita kepada Tuhan.

Saat ini banyak sebagian orang atau golongan-golongan tertentu yang mengatas-namakan agama sebagai dasar dari kelompok mereka, tetapi dengan kedalaman iman yang sangat rendah, mereka jadi salah arti tentang agama. Banyak golongan yang memicu terjadinya  permusuhan dan pertikaian akibat salah tafsir tentang agama. Agama banyak dimanfaatkan orang untuk berbuat kejahatan.

Masing-masing agama punya kesombongan masing-masing. Mereka semua belum pernah melihat Tuhan.

Namun, jika sudah menganut satu aliran tersebut, jangan setengah-setengah untuk mempelajarinya. Dalamilah hingga mengerti dan paham. Tuhan tidak hanya ada dalam satu agama. Percuma beragama, namun tidak berketuhanan. Masih bertidak semena-mena terhadap orang lain atau hanya menjadikan agama sebagai status saja.

Kadang otak manusia di kekang oleh agama masing-masing, yang bisa menjadikan orang itu fanatik, tidak mau bertoleransi terhadap agama lain dan pengertian tentang “Apa itu Tuhan” tidak bisa dimaknai secara mendalam oleh manusia.

Dari hari ini yang saya dapatkan tentang pelajaran religiusitas, adalah bahwa masing-masing agama punya cara tersendiri untuk mencari keselamatan yang berasal dari Tuhan. Bahkan, dengan cara yang keji pun mereka lakukan – entah itu dengan membunuh, mengusir dsb – untuk mendapat keselamatan dari Tuhan.

Namun, jelas jika dengan cara keji, cara mereka tentu saja salah. Menurut saya, mereka kurang bisa atau bahkan tidak bisa menafisirkan tentang agama mereka. Jelas tidak mungkin sebuah agama menginginkan adanya kematian sia-sia. Ada yang melakukan pemaksaan untuk masuk pada suatu aliran jika tidak mau akan dibunuh. Sangat tidak berperikemanusiaan sekali.

Karena itu aku berkata kepadamu: Janganlah bertindak terhadap orang-orang ini. Biarkanlah mereka, sebab jika maksud dan perbuatan mereka berasal dari manusia, tentu akan lenyap, tetapi kalau berasal dari Allah, kamu tidak akan dapat melenyapkan orang-orang ini; mungkin ternyata juga nanti, bahwa kamu melawan Allah (Kisah Para Rasul 5 : 38-39)

Dalam kutipan dari Kisah Para Rasul, di ajarkan bahwa kita harus bersikap toleransi kepada siapa pun itu. Entah beda agama, suku, ras dan lain-lain. Jangan hanya mementingkan diri sendiri dan fanatik terhadap agama kita.

Dalam ajaran kristiani tidak mengenal jihad, melainkan kasih. Diajarkan untuk mengasihi orang lain, seperti Allah mengasihi kita jikalau Allah sedemikian mengasihi kita,  maka haruslah kita juga saling mengasihi (Yoh 4 :11).